Jarak Tanam Tepat, Hasil Panen Berlipat

Ketika kebanyakan petani melakukan per hitungan sarana produksi menggunakan ukuran hektar, Amrizal, petani padi di Desa Koto Sani, Kec. Imang, Kab. Solok, Sumbar meng gu nakan ukuran satuan rumpun. Sebab, pria yang akrab disapa Aam ini menggunakan analogi jumlah orang yang tinggal dalam satu rumah. “Rumahnya sa ma 10 m x 10 m. Anaknya yang satu 5, satu lagi 2. Nggak mungkin masak nasinya sama,” ujarnya kepada AGRINA.

Jarak Tanam

Setelah melakukan beberapa kali percobaan selama dua tahun dengan berbagai ukuran jarak tanam, Aam memilih jarak tanam 20 cm x 20 cm untuk menanam padi. “Yang saya coba, paling tinggi (hasilnya) 20 cm x 20 cm, 6,75 ton GKG per hektar. Dikeluarkan sewa sawah dan biaya panen, saya dapat untung sekitar Rp18 juta/ha. Berarti, sehektar gaji kita Rp6 juta/bulan,” ungkapnya (Lihat tabel Perbandingan Analisis Usaha Padi Berdasarkan Jarak Tanam). Sedangkan produksi padi rata-rata petani Solok berkisar 4- 5 ton/ha. Dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, populasi padi sebanyak 250 ribu rum pun/ha. Menggunakan jarak tanam 25 cm x 25 cm, populasinya sekitar 160 ri bu rumpun/ha. Sedang kan jarak tanam 30 cm x 35 cm dan 35 cm x 35 cm masingmasing menghasilkan po pulasi 95 ribu dan 82 ribu rumpun/ha. “Kalau ada padi yang mati, umur 35 hari disisip tanaman baru sehingga populasi tetap 250 ribu untuk jarak tanam 20 cm x 20 cm,” timpalnya dalam logat Sumbar yang khas.

Setelah menentukan jarak tanam, penyuluh pertanian Kab. Solok ini menentukan dosis pupuk sebanyak 250 kg/ha yang terdiri dari NPKPhonska 50% dan urea 50%. “Pada umur 20 hari di beri NPK-Phonska 125 kg/ha dan urea 125 kg/ha. Umur 45 hari diberi juga pupuk yang sama,” katanya. Menurut Aam, padi membutuhkan pupuk sebanyak 2 g/rumpun/musim tanam. Separuh diberikan pada umur 20 hari setelah tanam (HST) dan separuh lagi umur 45 HST. Jadi, misalnya petani meng gunakan jarak tanam 25 cm x 25 cm, kebutuhan pupuk sebanyak 160 kg pada umur 20 dan 45 HST. ”Umur 25 atau 30 hari nggak dipupuk, dia kuning. Umur 25 hari dikasih pupuk dan umur 45 hari dikasih pupuk, dia tahan sampai umur 75 hari. Kunci kita di pupuk,” ulasnya. Pembina Kelompok Tani Pemuda Tani itu menegaskan, petani sebaiknya menghitung berdasarkan satuan rumpun agar memperoleh perhitungan yang pas. “Kalau ndak diperhatikan per rumpun, ndak akan tercapai swasembada,“ tandasnya.

Pencegahan dan Pengendalian OPT

Agar bisa panen optimal dan terhindar dari serangan penyakit, Aam menjelaskan, padi harus cukup nutrisi. “Ini kayak kita. Kalau kita tahu menu makannya padi dan pas, ndak lebih ndak kurang, dia akan kuat,” ungkapnya. Di lain kesempatan, Ruswandi, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menganjurkan pencegahan serangan OPT sejak dini. Yaitu, melalui tanam serentak, peng gunaan varietas toleran OPT, pemupukan berimbang, penggunaan tanaman refugia (tanaman yang menjadi shelter dan penyedia makanan bagi musuh alami hama), penggunaan agensia hayati, dan aplikasi sistem tanam jarwo (jajar legowo). Tikus harus dikendalikan sejak pratanam secara gropyokan (diburu secara massal). Untuk mencegah kresek dan blas, dia menyarankan perlakuan benih dengan agensia hayati atau perendaman air garam sebanyak 1-2 sdm/l. Sedangkan serangan wereng ditekan dengan menanam varietas yang toleran dan menerapkan sistem jarwo. ”Karena sirkulasi udara menjadi lebih bagus dan kondisi iklim mikronya menjadi lebih baik. Itu dilakukan dari awal,” urai Master bidang SDM lulusan IPWI, Jakarta ini.

Di daerah serangan OPT tinggi, ia meminta petani menanam tanaman refugia diikuti aplikasi agensia hayati. “Jadi belum ada serangan, kita aplikasi agensia hayati. Diperkirakan populasi me ning kat, agensia hayati sudah bisa me ngontrol OPT di lapangan,” terangnya. Bisa juga memanfaatkan pestisida sintetis dengan dosis yang tepat . Agra Wicaksana, Product Manager PT Dow AgroScience Indonesia men jelaskan, penggerek batang bisa di kendalikan dengan pestisida sintentis berbahan aktif spinetoram dan metoksifenosida. “Secara bahan aktif, spino teram untuk ulatulatan. Penggerek batang salah satu yang menyerang ‘kan ulatnya. Metoksifenosida mem buat hancur telur ulat penggerek batang. Jadi jangan ha rap si ulat keluar dari telurnya, sudah mati duluan,” ucapnya seraya menambahkan aplikasi sebanyak 4 kali sejak padi berumur 30 HST.

This entry was posted in Situs Togel Terpercaya. Bookmark the permalink.